RSS

Anak Tangguh Mesti Penuhi Tiga Jenis Gizi

28 Jul

Beratnya tantangan anak dan remaja saat ini membuat aktivitas anak menjadi padat. Kebanyakan orangtua tidak punya waktu cukup untuk memerhatikan, mendampingi, dan mengawasi anak. Akibatnya, asupan energi dan gizi untuk anak berkurang.

Psikolog sekaligus Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman, mengatakan hal itu, Jumat (2/5) di Jakarta. “Orangtua harus memastikan bahwa anak memiliki cukup energi untuk menjalani aktivitasnya yang padat. Bagaimana mungkin anak-anak akan mampu beraktivitas dan berpikir kalau asupan energi dan gizi mereka kurang,” katanya. 

Menurut Elly Risman, orangtua harus membangun ketangguhan sejak dini. Ketangguhan adalah sebuah sikap hidup yang dihasilkan dari upaya pengasuhan yang komprehensif. Menghasilkan anak yang tangguh dalam era kompetisi ketat seperti sekarang ini bermula dari orangtua, gaya hidup orangtua, keteguhan melaksanakan kesepakatan, dan pemenuhan terhadap tiga jenis gizi yang dibutuhkan anak.”Tiga jenis gizi tersebut adalah memastikan asupan energi yang cukup untuk menghadapi aktivitasnya (gizi fisik), mendorong anak agar aktif secara fisik, tidak hidup di ‘era layar’ tanpa pendampingan otangtua dan pola komunikasi yang tepat (gizi jiwa), serta hadirnya Tuhan dalam diri anak (gizi spiritual),” papar Elly Risman dalam diskusi tentang “Berpikir Pun Butuh Energi”, yang digelar Nestle Indonesia, Jakarta.

Sementara itu, Category Marketing Manager Beverages PT Nestle Indonesia Welih Sutidjan, mengutip buku The Energy of Life karangan Dr Guy C Brown, mengatakan, otak membutuhkan 20 persen dari total energi yang dibutuhkan tubuh, bahkan saat beristirahat sekalipun.”Penelitian Chugani Ht dan kawan-kawan yang dipublikasikan Jurnal Neurodevelopmental Neuroimaging, di New York, tahun 1996 bahkan menyebutkan bahwa otak anak berusia 4-12 tahun membutuhkan lebih banyak energi untuk menjalani aktivitas kesehariannya dibanding orang dewasa,” katanya. 

Kurangnya pasokan energi pada anak dapat mengakibatkan berbagai hal, seperti berkurangnya fokus belajar dan terhambatnya kemampuan berpikir anak, atau kurang berkembangnya kreativitas anak.

Kompas.com

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 28, 2011 in Parenting, Tips, Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: