RSS

Taman Bermain dan Generasi Sakit

Taman Bermain dan Generasi Sakit
Oleh DJOKO SUBINARTO
Dunia anak pada dasarnya adalah dunia bermain. Lewat aktivitas bermain, aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual seorang anak berkembang.
Sayang, di kawasan perkotaan dengan pola kehidupan materialistis yang sangat kental seperti sekarang ini, peluang anak untuk bermain semakin tipis. Makin minimnya ruang terbuka menjadikan kesempatan bermain bagi anak-anak perkotaan merupakan sesuatu yang sangat langka dan mahal.
Apa dampaknya? Para pakar pendidikan anak sepakat, sumber perkembangan penting bagi anak adalah bermain. Catron dan Allen dalam karyanya bertajuk Early Childhood Curriculum, misalnya, menyebutkan bahwa perkembangan anak secara optimal dapat dilakukan lewat bermain.
Aktivitas bermain tidak cuma melibatkan barang atau mainan, tetapi juga kata-kata ataupun gagasan yang memacu perkembangan berpikir. Karena itu, aktivitas bermain dapat meningkatkan keterampilan memecahkan masalah, berpikir kritis, serta membangun gagasan kreatif. Selain itu, lewat bermain, perkembangan sosial dan emosional anak dapat meningkat.
Sarana bermain
Kondisi sosial dan lingkungan fisik sebuah kota harus diupayakan untuk senantiasa bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, segenap warga kota, termasuk anak-anak, dapat mengembangkan potensi sekaligus menikmati kualitas kehidupan mereka secara maksimal.
Kota sebagai salah satu bentuk umum dari organisasi sosial semestinya bisa melengkapi diri dengan aneka fasilitas dan sarana bermain yang diperlukan anak-anak. Pengelola kota dalam hal ini harus mau berkomitmen dan menjamin bahwa semua anak bisa menikmati waktu luangnya dengan bermain sepuas-puasnya, aman, serta nyaman. Untuk itu, selain menyediakan sebanyak mungkin ruang terbuka hijau, kota yang sehat perlu pula menyediakan sebanyak mungkin taman bermain bagi anak-anak.
Secara garis besar, taman bermain ini mewujud dalam tiga kategori. Pertama, taman bermain bagi anak-anak berusia di bawah delapan tahun. Kedua, taman bermain bagi anak berusia 8-14 tahun. Ketiga, taman bermain bagi anak-anak di atas 14 tahun. Semua taman bermain ini tentu saja harus dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang bakal membuat anak-anak kerasan bermain, mengeluarkan segenap ekspresi, dan bereksplorasi seluas-luasnya.
Taman bermain ini idealnya dibangun tidak jauh dari pusat permukiman warga. Jarak taman bermain bagi anak berusia di bawah delapan tahun sebaiknya tidak lebih dari 100 meter dari kompleks permukiman. Taman bermain bagi anak yang berusia 8-14 tahun berjarak sekitar 400 meter dari pemukiman. Adapun untuk anak di atas 14 tahun, jarak taman lebih kurang 1 kilometer dari permukiman.
Di taman bermain inilah anak-anak dapat bermain bersama. Aneka bentuk dan jenis permainan dapat mereka lakukan di taman bermain ini. Mereka, misalnya, bisa bermain sorodot gaplok, ucing beling, gala asin, kaleci, sosorodotan, ayunan; memanjat pohon; dan bersepeda. Selain bermain bebas, mereka juga bisa bermain dengan diarahkan. Pada momen tertentu mungkin saja digelar acara khusus dengan menyajikan aneka permainan yang disesuaikan dengan jenjang usia mereka.
Target
Menyadari pentingnya aspek bermain bagi anak-anak, pengelola kota di sejumlah negara terus berupaya memperbanyak taman bermain bagi anak-anak. Mereka senantiasa memiliki target agar bisa menyediakan sekian puluh, bahkan sekian ratus, taman bermain bagi anak-anak di seluruh penjuru kota.
Tentu mereka harus merogoh kocek cukup dalam untuk dapat membangun taman bermain bagi anak-anak dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Namun, hal ini tidak menjadi soal buat mereka. Kenapa? Para pengelola kota itu yakin bahwa menyediakan sebanyak mungkin taman bermain bagi anak-anak sesungguhnya merupakan investasi masa depan yang nilainya tidak bisa diukur dengan uang.
Investasi masa depan yang dimaksud adalah melahirkan generasi yang sehat secara fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Bagaimanapun, lahirnya generasi seperti ini akan berkontribusi berarti bagi terciptanya masyarakat yang sehat.
Sayang seribu sayang, ihwal pentingnya menyediakan taman bermain bagi anak-anak belum sepenuhnya dipahami oleh para pengelola kota di negeri ini. Yang terjadi, para pengelola kota di negeri ini cenderung lebih getol membangun hal-hal yang beraroma komersial demi mengeruk keuntungan finansial semata. Perhatikan saja, setiap jengkal ruang kota di negeri ini selalu diupayakan untuk dikomersialisasi.
Akibatnya jelas, semakin sulit bagi anak-anak kita untuk mendapatkan ruang yang menjadi haknya, yaitu ruang bermain. Padahal, menurut Pasal 31 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai hak asasi manusia, semua anak perlu bermain dan memiliki hak untuk bermain.
Sudah saatnya pengelola kota di negeri ini mulai menata ulang pola pembangunan kotanya. Berilah ruang lebih banyak bagi anak-anak kita untuk bermain dengan sebebas-bebasnya, sepuas-puasnya, dan senyaman-nyamannya sehingga perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual mereka berjalan dengan baik.
Kita tentu tidak ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi sakit, yang akhirnya melahirkan masyarakat yang sakit pula.
DJOKO SUBINARTO Penulis Lepas; Alumnus Universitas Padjadjaran

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2013 in Uncategorized

 

Pentingnya Bermain Bebas bagi Anak

Kompas.com – Dunia anak adalah dunia bermain. Tetapi masih banyak orangtua yang menilai bermain sebagai pemborosan waktu. Akibatnya permainan anak selalu disisipkan kegiatan “belajar” sehingga jauh dari menyenangkan.

Para pakar bermain sudah menegaskan pentingnya bermain secara bebas bagi anak. Kegiatan itu antara lain penting untuk membangun kemampuan mengambil keputusan berimajinasi, meningkatkan kebugaran, mengembangkan otak, serta melatih koordinasi dan bekerja sama.

Dalam sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat diketahui waktu bebas anak telah berkurang lebih dari 7 jam setiap minggu di tahun 1981 dan 1997, menjadi hanya 2 jam per minggu di tahun 1997 sampai 2003.

Penelitian di Inggris yang dimuat dalam situs playday.org.uk juga menunjukkan dalam 20 tahun terakhir terjadi penurunan waktu bermain sampai 25 persen. Sementara itu kegiatan bermain di luar ruang juga turun sampai 50 persen.

Penurunan aktivitas luar ruang itu terjadi karena berbagai faktor, antara lain karena keterbatasan ruang bermain, ketergantungan pada orang dewasa yang membawa mereka bermain ke taman, atau karena minat anak-anak saat ini beralih ke gadget atau video games.

Pada anak yang lebih besar, waktu bebas mereka kebanyakan dihabiskan untuk mengerjakan tugas sekolah. Sementara pada anak perempuan yang lebih besar mereka juga memiliki tugas membersihkan rumah atau mengasuh adiknya.

Pada tahun 2006 diketahui 87 persen anak di negara maju memiliki komputer di rumah, 62 persen memiliki televisi digital, dan 82 persen memiliki konsol permainan elektronik.

Bermain adalah bagian dari budaya yang berkembang seiring peradaban manusia. Itu sebabnya, sewaktu masyarakat menjadi modern, begitu pula dengan permainan yang ikut menjadi canggih.

Sebagian ahli berpendapat teknologi modern akan meningkatkan kemampuan anak sehingga mereka lebih melek teknologi. Tetapi pihak yang kontra menilai penggunaan teknologi pada anak membuat mereka kurang aktif. Mereka juga menjadi kurang kreatif dan berimajinasi.

Gaya hidup kurang bergerak pada anak-anak juga meningkatkan risiko kegemukan. Pada anak-anak, risiko obesitas lebih berbahaya karena mereka masih dalam usia pertumbuhan.

Gerakan untuk kembali kepada permainan tradisional, seperti galasin, petak umpet, loncat tali, atau permainan olahraga, kini makin gencar dilakukan di berbagai kota besar. Permainan fisik dianggap lebih mampu merangsang perkembangan otot-otot sehingga pertumbuhan lebih optimal.

Gerak motorik kasar yang dilakukan di usia pertumbuhan ini sangat banyak manfaatnya, antara lain membuat tubuh lebih lentur, otot dan tulang semakin kuat, serta menjaga kebugaran.

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2013 in Uncategorized

 

Khasiat Madu untuk Tubuh dan Kulit

KOMPAS.com – Selama berabad-abad, madu dikenal memiliki beragam manfaat yang menyehatkan dan menjaga kecantikan kulit. Bahkan Cleopatra yang dikenal sebagai perempuan yang tercantik di masanya pun selalu mencampur madu ke dalam air mandinya untuk menjaga kecantikannya.

Namun, benarkah madu bisa menjaga kesehatan dan kecantikan kulit Anda? Praktisi kesehatan Dr Sandra Rosario, MD, dan pakar pengobatan natural, Dr Gabrielle Francis, merekomendasikan madu untuk membantu menjaga kesehatan dan kecantikan kulit dengan cara yang tepat.

1. Menghidrasi dan menghilangkan jerawat
“Madu merupakan humectant (bahan yang menyerap air dari udara dan mempertahankannya di lapisan kulit), sehingga bisa menarik air ke kulit untuk melembabkan dan menghindarkan kulit dari iritasi,” ungkap Rosario, yang juga ahli kecantikan dari The Spa di Mohonk Mountain House, New Paltz, New York. Ia menambahkan bahwa madu juga memiliki sifat antibakteri yang bisa membantu mengatasi kulit sensitif. Selain menghidrasi kulit, madu juga berguna untuk mengatasi masalah jerawat.

Untuk mendapatkan manfaat madu yang paling maksimal, Sandra menyarankan untuk menggunakan madu mentah (yang belum diolah). “Madu mentah masih memiliki enzim aktif yang berguna untuk kecantikan. Proses pemanasan saat pembuatan madu konsumsi akan menghancurkan enzim ini,” jelasnya.

Sandra merekomendasikan untuk menggunakan madu sebagai masker wajah. Caranya, ambil dua atau tiga sendok madu dalam mangkuk kecil, kemudian gunakan ujung jari untuk meratakan madu ke wajah. Setelah 10 menit, bilas wajah dengan air hangat (hindari menggunakan sabun wajah) dan gunakan pelembab favorit Anda.

2. Mencegah alergi dan meningkatkan kekebalan
Madu sudah diketahui memiliki berbagai manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. “Madu bisa meredakan sakit tenggorokan, batuk, dan meningkatkan kekebalan tubuh,” kata Francis, ahli akupunktur dan pengobatan naturopati di Manhattan. Madu diketahui mengandung vitamin B, asam amino, enzim, dan mineral seperti kalsium, magnesium, bioflavonoid, dan antioksidan. Semua bahan ini berfungsi untuk mengatasi masalah alergi.

Untuk mencegah alergi, Anda bisa mengonsumsi satu sendok makan madu setiap harinya. “Namun pastikan, madu ini bukanlah madu yang dipasteurisasi sehingga masih mengandung enzim dan antioksidan,” tambahnya. Anda juga bisa menambahkan madu ke dalam teh atau minuman lainnya

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2013 in Uncategorized

 

10 Penyakit Paling Berbahaya pada Anak

Hal ini terjadi karena program imunisasi yang telah dijalankan oleh berbagai negara di dunia tidak dapat berjalan sesuai yang dikehendaki karena berbagai faktor. Penyebab utama tidak terlaksananya program imunisasi adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya di negara berkembang, tentang pentingnya imunisasi. Terlebih lagi, saat ini, sebagian kelompok tertentu tengah gencar melakukan kampanye hitam atau black campaign tentang imunisasi.

Inilah 10 penyakit paling berbahaya pada anak

1. Infeksi saluran napas bawah

Penyakit mematikan di dunia modern adalah sejumlah infeksi pernapasan bagian bawah. Infeksi saluran pernapasan bawah termasuk pneumonia dan bronkitis. Sulit untuk percaya, tetapi faktanya infeksi saluran pernapasan bawah jauh melebihi jumlah korban tewas di seluruh dunia dibanding AIDS dan malaria. Angka kematian : lebih dari 4 juta jiwa setiap tahun.

2. HIV / AIDS

Angka kejadian: sekitar 39,4 juta orang yang hidup dengan AIDS. HIV atau human immunodeficiency virus tidak lebih dari pengikisan terhadap sistem kekebalan tubuh seseorang, ketika pasien rentan terhadap infeksi lain. Adapun AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome biasanya mengikutinya dalam waktu 8 sampai 15 tahun, kecuali pasien menerima pengobatan. Sering kali, pasien meninggal karena TB atau pneumonia setelah infeksi AIDS. Angka kematian : 3 juta jiwa per tahun.

3. Malaria

Angka kejadian: 300-515.000.000 orang didiagnosis masuk dalam kasus ini setiap tahun, dan sebagian besar di antaranya berada di Afrika. Malaria ditularkan oleh hewan paling mematikan di dunia yang dikenal manusia: nyamuk anopheles betina. Bahkan, malaria tidak dapat dialihkan melalui kontak fisik, tetapi tetap saja menyumbang jutaan kematian di seluruh dunia setiap tahun. Statistik menunjukkan bahwa setiap 30 detik seorang anak meninggal akibat malaria di Afrika. Angka kematian : 1-5 juta jiwa setiap tahun.

4. Diare

Angka rata-rata infeksi: 4 miliar kasus didiagnosis setiap tahunnya. Diare pada anak sering disebabkan oleh rotavirus. Penyebab diare lainnya adalah kolera, disentri, dan sejumlah infeksi bakteri lainnya, seperti cacing mikroskopis. Diare mudah disembuhkan jika diobati secara dini. Kebanyakan kematian akibat diare, terutama pada anak-anak, berhubungan dengan dehidrasi. Angka kematian : sekitar 2,2 juta jiwa setiap tahun.

5. Tuberkulosis

Angka kejadian: 2 miliar orang didiagnosis tuberkulosis (TB) setiap tahun. TB membunuh jutaan orang setiap tahun. Fakta: sepertiga dari populasi dunia terinfeksi. Meski demikian, bahkan dengan semua fakta ini, kasus TB baru masih menjadi diagnosis dari tahun ke tahun. Seolah-olah orang tidak benar-benar peduli lagi akan tertular penyakit. Gejala TB termasuk menggigil, demam, batuk kronis, lemah, dan penurunan berat badan. Hal ini sangat menular serta dapat menyebar melalui bersin dan batuk. TB tidak diragukan lagi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dalam hal tingkat kematian. Angka kematian : 2 juta jiwa setiap tahun.

6. Campak

Angka kejadian: lebih dari 30 juta orang, kebanyakan anak-anak, terinfeksi setiap tahun. Campak dapat dengan mudah disembuhkan, tetapi mematikan jika tidak ditangani. Penyakit ini terjadi terutama pada anak-anak, dan terutama di negara-negara berkembang seperti Afrika dan beberapa di Asia Tenggara. Akan tetapi, virus campak dapat menginfeksi bahkan terhadap orang dewasa. Campak dapat menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, dan anak-anak rentan terhadap diare dan pneumonia. Angka kematian : 1.400 orang diperkirakan meninggal akibat campak setiap hari.

7. Batuk rejan

Angka kejadian: 20 sampai 40 juta kasus terdiagnosis setiap tahunnya. Batuk rejan, atau pertusis, adalah penyakit yang sangat mematikan. Hal ini sangat menular dan, sekali seseorang terinfeksi, maka penyakit ini dapat menyebabkan sejumlah penyakit pernapasan akut pada seseorang. Apa yang tampak seperti batuk biasa bisa membunuh Anda. Batuk rejan dapat diobati dengan antibiotik. Namun, vaksin masih menjadi cara untuk mendapat kekebalan yang optimal. Angka kematian : 200.000 sampai 300.000 jiwa setiap tahun.

8. Tetanus

Angka kejadian di dunia: 500.000 kasus didiagnosis setiap tahun. Secara level, tetanus mudah mengalahkan meningitis dan sifilis dengan tingkat infeksi yang tinggi dan korban meninggal. Anda lihat, clostridium tetani, spora tetanus bakteri yang hidup di tanah, dan sebagainya, ada di mana-mana. Sesuatu yang sederhana seperti luka kecil atau luka dapat menginfeksi Anda dengan penyakit beberapa hari setelah kontak dengan permukaan yang kotor. Negara-negara di Asia Tenggara dan Sahara, Afrika, masing-masing memiliki jumlah kematian 82.000 dan 84.000 jiwa setiap tahun, meskipun infeksi tetanus dapat ditemukan di seluruh dunia. Angka kematian: 214.000 orang setiap tahun.

9. Infeksi selaput otak (meningitis)

Meningitis dapat disebabkan bakteri. Penyakit mematikan ke-9 di dunia modern adalah meningitis umum. Jumlah rata-rata infeksi: lebih dari 1 juta orang setiap tahun. Meningitis merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, tidak hanya dalam hal tingkat kematian, tetapi juga dalam kehidupan setelah pemulihan penuh juga. Infeksi yang fatal meliputi otak dan sumsum daerah tulang belakang. Bahkan, dengan diagnosis dini dan pengobatan yang dilakukan secara segera, 5 sampai 10 persen dari pasien yang mengalaminya tetap tidak tertolong. Sebanyak 10 sampai 20 persen pasien yang telah sembuh menderita gangguan pendengaran, kerusakan otak, atau ketidakmampuan belajar. Angka kematian : 174.000 jiwa setiap tahun.

10. Difteri

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini termasuk berbahaya dan dapat mengancam jiwa anak dalam cepat. Tanda dan gejala hanya diawali demam dan sakit tenggorokan serta timbulnya bercak putih di tenggorokan. Bila tidak diobati dengan cepat, maka hal ini dapat segera mengancam jiwa karena dapat membuntukan saluran pernapasan, jantung, sehingga dapat dengan cepat mengancam jiwa karena komplikasi tersebut.

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2013 in Kesehatan, Parenting, Tips, Umum

 

Menyiasati Imsomnia

Kemampuan manusia untuk menghindari stres yang terbaik adalah dengan tidur. Pada masa istirahat, saat kita tidur, terjadi proses perbaikan dalam hal kebugaran tubuh. Setelah terbangun, badan terasa segar.

Namun, masalah tidur dan perolehan kebugaran karena cukup tidur ternyata bukan hal yang sederhana. Sementara itu, insomnia adalah gejala yang bertentangan dengan hal tidur.

Penderita insomnia mendapat kesulitan untuk tidur nyenyak. Ia akan tidur sekejap untuk kemudian mudah terbangun lagi, sering terbangun oleh mimpi buruk sehingga saat terbangun di pagi hari badan terasa lelah, tidak bergairah, dan diliputi keengganan untuk memulai bekerja. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 18, 2012 in Kesehatan, Tips, Umum

 

Makan Berlebihan Bisa Merusak Otak

KOMPAS.com – Makan secara berlebihan selama ini kerap dikaitkan dengan obesitas atau kegemukan. Namun riset terbaru menunjukkan, makan terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko penurunan kemampuan otak, terutama pada orang tua.

Para ahli mengatakan, orang-orang berusia 70 tahun atau lebih tua yang mengasup antara 2.100 dan 6.000 kalori setiap hari berisiko dua kali lipat mengalami penurunan fungsi memori, yang bisa menjadi tanda awal penyakit kepikunan atau Alzheimer.

“Konsumsi kalori yang berlebihan setiap hari tidak baik untuk kesehatan otak,” kata pemimpin peneliti Dr Yonas Geda, yang juga profesor neurologi dan psikiatri di Mayo Clinic, Scottsdale, Arizona Amerika Serikat. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 18, 2012 in Kesehatan, Tips, Umum

 

4 Aktivitas Bikin Otak Tetap Tokcer

KOMPAS.com – Sebuah riset terbaru yang melibatkan hampir 7.000 pegawai negeri sipil Inggris mengungkapkan bahwa fungsi otak manusia akan menurun setelah memasuki usia 45 tahun. Temuan ini sekaligus membantah riset sebelumnya yang menyebutkan bahwa fungsi otak menurun pada usia 60 tahun.

Dr Michael Merzenich, profesor emeritus dari University of California, San Francisco Amerika Serikat, mengatakan, penurunan fungsi otak pada perempuan cenderung lebih lambat ketimbang pria karena perbedaan hormonal. Tapi apabila wanita telah melalui masa menopause, penurunan kognitifnya lamban laun akan setara dengan laki-laki memasuki usia 65 tahun, kata Merzenich.

Merzenich, yang juga CEO Scientific Learning Corporation dan Posit Science, telah mempelajari plastisitas otak selama bertahun-tahun. Perusahaannya telah mengembangkan program perangkat lunak untuk menguji dan memperkuat otak – semacam alat untuk “olahraga otak” dan dia menyamakan dengan latihan untuk tubuh. Plastisitas otak (neuroplasticity) adalah kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 18, 2012 in Tips, Umum